kakday
Joined: 26 Jun 2008 Posts: 30
|
Posted: Wed Jul 16, 2008 5:51 pm Post subject: Ratusan Hektare Lahan Tebu Kekeringan |
|
|
17 Juli 2008
KUDUS - Ratusan lahan tebu di Desa Margorejo, Kecamatan Dawe, mengalami kekeringan.
Meski tidak mengakibatkan kematian, pertumbuhan tebu yang tidak maksimal dan kering tersebut mengakibatkan turunnya harga jual. Hal itu dikarenakan rendemen tebu turun, dari rata-rata normalnya 10, saat kekeringan tinggal tujuh.
Di samping itu, kuantitas panen pun menurun. Jika tahun lalu satu kotak bisa menghasilkan 1, 2 kuintal, saat ini petani hanya bisa memanen 6-7 kuintal saja. Saat ini petani tebu mengalami kerugian.
Di Margorejo sendiri, dari sekitar 620 hektare lahan pertanian, 600 hektare di antaranya ditanami tebu, dan hampir semuanya mengalami gangguan akibat kekeringan.
“Semuanya kekeringan, lihat saja tebunya pada kering dan kecil. Yang jelas, semua petani merugi,” kata Wakil Ketua Kelompok Tani Sido Makmur, H Mirkan, saat ditemui Rabu (16/7).
Menurut Mirkan, mereka yang umumnya petani penyewa ini harus mengeluarkan uang Rp 750.000 per kotak lahan yang disewa. Ditambah biaya penanaman per kotak, yang mencapai Rp 600.000.
“Sekarang ini harga jual per kotak Rp 800.000 sampai Rp 1 juta. Petani rugi, karena sebelumnya minimal mereka harus mengeluarkan uang Rp 1,35 juta untuk tanam,” terang Mirkan.
Kadar Seimbang
Di samping kekeringan saat ini, tanaman tebu di Margorejo sudah mulai mengalami gangguan sejak musim hujan pada bulan Januari dan Februari lalu. “Saat hujan kita kebanyakan air, dan saat kemarau sama sekali tidak ada air. Padahal tebu harus punya kadar air yang seimbang, tidak boleh kelebihan atau kekurangan,” jelas Mirkan.
Selain masalah pangairan, banyak tanaman tebu yang diserang otes atau ulat tebu. Hama ini menyerang batang tebu, sehingga banyak yang tidak bisa tumbuh tinggi.
Sementara itu, tahun ini Mirkan merasa suplai pupuk pun berkurang. “Idealnya, seminggu kita dapat jatah 5 ton, tapi sekarang hanya satu ton,” katanya.
Menurut Kepala Desa Margorejo, Ahmad Baskoro, tahun lalu desanya tidak mengalami kekeringan semacam ini. “Ini pengaruh cuaca yang perubahannya sangat drastis. Kalau untuk kekeringan sebenarnya kita baru bisa mengatasi jika dibuatkan sumur pompa, minimal ada lima unit lah,” ujarnya.
Namun saat ini, rencana tersebut masih terkendala dana.
Sumber: Suaramerdeka.com[/b] |
|